CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 11 Februari 2009

Krisis Global Hantam Warga AS, Semua Maunya Tunai

/

Artikel Terkait:

Sabtu, 11 Oktober 2008 | 09:25 WIB

KABAR gembira buat orang-orang kaya Indonesia yang gemar berbelanja di luar negeri, segeralah ke Amerika Serikat karena supermarket dan butik-butik pakaian di negeri itu sedang membanting harga guna menyiasati turunnya daya beli konsumen akibat tekanan krisis keuangan.

Laksana krisis moneter yang meluluhlantakan Asia Tenggara pada 1997, krisis keuangan global sudah sampai kepada kehidupan sehari-hari keluarga-keluarga di Amerika Serikat, salah satunya bisnis pakaian dan kebutuhan hidup warga di Negara Paman Sam itu.

Bagaimana tidak, setiap hari krisis keuangan makin buruk setiap kali itu pula tekanan semakin besar terhadap industri ritel Amerika Serikat.

"Waktu rasanya berjalan sangat cepat," tulis wartawati Washington Post, Ylan Mui dan Kendra Marr dalam The Post edisi 9 Oktober.

Kemarin saja (Rabu waktu AS), tatkala jam menjelang masa liburan akhir tahun makin kencang berdentang, para pengelola pasar swalayan dan butik-butik pakaian dilaporkan tertekan volume penjualannya.

Target, salah satu operator swalayan AS mengaku, para pembelinya memiliki kartu kredit yang rata-rata "over" kredit.

Di sisi lain, lalu lintas pengiriman barang turun drastis akibat kekhawatiran tidak laku sehingga tak bisa dilunasi para pengelola toko.

Bob Carbonell, kepala bagian kredit pada Bernard Sands, sebuah lembaga pemeringkat retail dan jasa pembiayaan di AS menilai, semua orang di AS tak pernah menyangka skala dampak krisis ekonomi sekarang demikian besar sehingga tak ada yang berani memprediksi kapan petaka ini berakhir.

Bob melihat, orang-orang AS yang biasanya konsumtif tiba-tiba pelit berbelanja dan lebih suka menyimpan hartanya dalam rumah.

"Jika rumahtangga-rumahtangga Amerika menyimpan uangnya di bawah bantal, maka bangsa ini sungguh dalam kesulitan besar," kata Bob.

Para pengelola pasar swalayan dan butik pakaian di AS tengah berjuang keras untuk meraih untung di masa liburan yang biasanya mengambil 20 persen dari seluruh volume penjualan tahunan toko-toko pakaian di AS.

Bayangkan saja, pada tiga bulan terakhir, belanja konsumen diperkirakan turun hingga ke posisi terendah sejak resesi 1991.

Berita-berita menakutkan sepanjang September mulai dari bangkrutnya Lehman Brothers dan jatuh bebasnya pasar keuangan akibat paket stimulus 700 miliar dolar AS yang gagal menstimulasi pasar, telah menghajar para pengusaha waralaba AS sekaligus menggerus kepercayaan konsumen.

Pada hari ketika DPR menolak proposal "bailout" Presiden Bush, kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan di AS langsung turun 12 persen, demikian riset ShopperTrak.

Keluarga-keluarga AS dipaksa untuk mati-matian berhemat, seperti dilakukan pasangan Scott dan Elaine Bourdeau yang merasakan perubahan kerasnya kehidupan mereka setelah krisis keuangan menerjang negara mereka.

Pasangan yang tinggal di Herndon ini semula berencana berlibur di Italia untuk memeringati ulang tahun pernikahannya yang kesepuluh, namun membatalkannya dengan hanya pergi ke Teluk San Francisco.

Pasangan ini juga membatalkan rencana merenovasi kamar mandi rumah mereka dengan fokus pada hal-hal paling penting seperti kebutuhan pakaian kedua anak perempuannya.

Mereka bahkan harus mengurangi belanja untuk liburan Natal mendatang. "Satu bingkisan (Natal) untuk setiap anak."

Situasi serupa terjadi di seluruh penjuru negeri dan kalau pun ada yang diuntungkan, maka pastilah itu para pengusaha retail berharga obral kendati keuntungannya tetap di bawah prediksi Wall Street.

Wal-Mart dilaporkan mencatat volume penjualan hampir sama dengan tahun lalu, Sam's Club tumbuh 2,8 persen pada September dibanding periode sama tahun lalu, sedangkan Costco berkembang hingga 9 persen.

Sebaliknya, volume penjualan pasar-pasar swalayan dari Kohl's sampai Nordstrom juga tertekan tajam setidaknya selama setahun terakhir ini, sedangkan waralaba produk kesehatan mencatat volume penjualan yang sama dengan tahun lalu. Dillard's, JCPenney dan Saks bahkan tenggelam hingga dua digit.

Gambaran kelam ini telah membuat kecut dunia waralaba dalam menghadapi libur akhir tahun ini.

Penjualan mereka memang ditargetkan turun 3 persen, sebagian karena banyaknya tagihan kartu kredit yang tak terlunasi, namun capaian laba kuartalan mereka menjadi jauh lebih rendah dibanding prediksi sebelumnya sehingga banyak diantara mereka menurunkan target kinerjanya.

"Kekhawatirannya sudah akut, sedangkan ketidakmenentuannya lebih tinggi lagi," kata Gene Tyndall, wakil presiden eksekutif pada Tompkins Associates, sebuah perusahaan konsultan pensuplai barang ritel.

Sementara itu, seorang warga bernama Domonique Blaine (23), terpaksa berbelanja lebih konservatif dengan mencari produk obral sembari tetap memperhatikan merek.

Sebenarnya dia mengincar jas berbahan wol seharga 250 dolar AS, namun keinginan itu terpaksa dipendamnya.

"Setahun lalu, saya tinggal ambil saja jas itu," kata lajang yang kini punya motto, "Berhematlah dan korbankan keinginanmu." Di lingkup lebih besar, para pengusaha retail dipaksa berpikir ekstra keras.

Mereka harus berhati-hati memesan barang karena kalau terlanjur memesan dalam jumlah banyak maka mereka harus bisa memastikan pembelinya ada, padahal daya beli warga AS kini sedang jatuh. Akibatnya, kebanyakan dari mereka menunda pembelian stok baru.

Matt Rubel, kepala eksekutif Payless ShoeSource menyatakan, perusahaannya telah memutuskan untuk menurunkan stok barangnya di bawah volume tahun lalu.

"Kami mencoba berhati-hati dalam mendatangkan barang dan memastikan tidak kelebihan membeli barang (overbuy) karena kami tak ingin barang terbuang percuma," kata Matt.

Seirama dengan Matt, kepala eksekutif JCPenney Myron Ullman III menyatakan, perusahaannya mengontrol ketat stok barangnya sampai bulan-bulan terakhir tahun ini.

Langkah lebih drastis dilakukan Costco yang memutuskan memangkas kapasitas gudangnya hingga rata-rata 150 ribu dolar AS dalam kuartal ini, sedangkan Macy's mengurangi stok barangnya hingga 3,7 persen dibanding priode sama tahun lalu.

Sejumlah pengusaha ritel malah bertindak lebih jauh dengan berancang-ancang untuk memberi diskon lebih cepat dari masa yang seharusnya.

"Semua orang mulai berbicara untuk memberi diskon lebih awal," Doug Hart, seorang dealer untuk BDO Seidman.

Perusahaan-perusahaan ritel AS benar-benar ditimpa banyak kesulitan, tidak hanya oleh sulitnya perusahaan membeli stok barang karena rusaknya pasar kredit namun juga karena kesulitan mendapatkan pembeli.

Para penyedia barang tidak mau lagi menerima pembayaran lewat kredit, semuanya menuntut tunai.

Sebuah riset terbaru untuk BDO Seidman menunjukkan, 41 persen akses perusahaan ritel ke kredit perbankan diperketat, bahkan raksasa ritel terbesar AS, Wal-Mart, terpaksa membeli barang secara tunai ketimbang kredit karena pasar surat berharga di AS memang sedang bergejolak.

Perusahaan pembiayaan seperti Bernard Sands yang biasa menjembatani pabrik dan perusahaan ritel telah menolak menjamin kredit ritel karena takut perusahaan ritel tidak mampu membayar.

Bahkan kalau pun barang-barang ritel itu bisa dibeli lewat sistem kredit, perusahaan ritel masih dihadapkan pada kesulitan lain, yaitu rendahnya daya beli konsumen.

"Kepercayaan konsumen lagi kritis. Kebebasan untuk berbelanjalah yang sekarang dalam bahaya," kata Tyndall.

Padahal, sekedar catatan, arus konsumsilah yang selama ini menggerakan perekonomian AS.

A. Jafar M. Sidik

Jumat, 06 Februari 2009

My Job


Assalamualaikum...
Setelah satu semester menjadi guru olahraga di Sdi Darunnajah,,alkhmadulillah pada semester 2 ini Selain guru Olahrga kelas 5 dan guru piket aku lebih di sibukan lagi dengan menjadi Guru pendamping kelas dua tepatnya dua A ( 2 A ) ya bisa di bilang pendamping wali kelas.....
pada tanggal .... januari 2009 mendampingi anak sd lomba futsal di pembangunan jaya, sdi darunnajah mengirim tim putra dan putri..anak putra Allhamdulillah bisa juara 3 sedangkan anak putri kalah di babak kedua dengan sd donbosco,,,
Minggu ini Tepatnya tanggal 4 dan 6 januari kelas 5 olahraganya renang di kolam renang darunnajah,

Senin, 19 Januari 2009

opo

Alkhamdulillah Kepanitian ppm Sudah usai,,,untuk tahun ini panitia ppm di bagi dua untuk putra di ciamis dan santri putri di kuningan jawa barat,selama dua minggu berada di ciamis mengawasi kegiatan santri putra...

DRC { darunnajah rugby club }darunnajah adalah Satu satu nya pesantren yang mempunyai eskul rugby di indoneisa,darunnajah pun siap bersaing dengan sekolah - sekloa bertarap international sepeti jis( jakarta internasional school )Bis ( british international school ) dan Sph ( sekolah Pelita Harapan ,Untuk Bertanding pada tanggal 24 Januari Tempat Di Sph Karawaci

Rabu, 19 November 2008

Alhamdulillah Bertambah Pula USiaku


ALhmdulillah kalimat pertama yang di ucapkan...Allah telah memberikan suatu kenikmatan Hidup sehinga Masih bisa beribadah kepadanya.

“Mereka (Para Jin) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya, di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur kepada Allah. Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur”. (Saba’:13)

Ayat ini mengabadikan anugerah nikmat yang tiada terhingga kepada keluarga nabi Daud as sebagai perkenan atas permohonan mereka melalui lisan nabi Sulaiman as yang tertuang dalam surah Shaad: 35, “Ia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. Betapa nikmat yang begitu banyak ini menuntut sikap syukur yang totalitas yang dijabarkan dalam bentuk amal nyata sehari-hari.

Mudah - mudahan apa yng aku Inginkan terkabul,semua urusan berjalan dengan lancar,,,dan bisamenjadi manusia yang bahagia dunia dan akhirat amin...amin ..amin....

geneyna band



GENEYNA BAND Terbentuk Pada Tanggal Dua Bulan Dua Tahun Dua Ribu Delapan di daerah Ciputat, secara komulatif band ini menganut aliran pop, namun dalam perkembangan musikalitasnya terdapat beberapa influence yang berakar pada berbagai macam genre musik. Rekrutmen personelnya berasal dari beberapa anggota band berbeda dan dapat disatukan karena memiliki visi musikalitas yang sama.

Untuk Semunya aja minta doanya aja yah biar Geneyna band bisa tetap aksis,dan meramaikan blantika musik di tanah air indonesia....Bravo Musik Indonesia

Selasa, 18 November 2008

SEpi



Dalam kesendirian aku masih merasa sepi,,,dalam keramaianpun aku merasa sepi...itulah yang sekarang aku alami,,,Sekarang sedang menunggu dan mencari yang tak kunjung datang dan tak kunjung ku temui.Akupun harus tawakal setelah beryakinan,mampu.ada niat berusaha keras dan doa...Hanya kepada Allah lah tempat mengadu...

Jumat, 22 Februari 2008

AYO

Seandainya kita berani mencoba dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tak akan pernah ada.
ORANG bukannya gagal, tetapi berhenti mencoba. Ungkapan ini sengaja saya kedepankan. Mengapa? Karena sesungguhnya seseorang untuk dapat meraih kesuksesan dalam karier atau bisnisnya, maka orang itu harus punya keberanian mencoba.
Seorang entrepreneur - dalam situasi sesulit apa pun - akan semakin tertantang untuk tidak berhenti mencoba. Dengan kata lain “berani mencoba” dan orang yang selalu berani mencoba itulah yang pada akhirnya justru akan meraih kemenangan atau kesuksesan.
Dalam bisnis, tampaknya kita perlu mengedepankan sikap seperti itu, dan saya kira tidak ada salahnya bila kita bersikap positif semacam itu. Berdasar pengalaman, saya melihat, bahwa seorang entrepreneur adalah orang yang tidak mudah percaya sebelum mencobanya. Meskipun ketika mencobanya, keyakinan kita hampir padam karena pasti akan diterpa ‘angin”. Dan ternyata, terpaan ‘angin” tersebut justru dapat membakar semangat kewirausahaan (the spirit of entrepreneurship) kita. Nalar bisnis (sense of business) kita semakin optimal, dan pada akhirnya, sebagai entrepreneur, kita semakin yakin akan kesuksesan yang akan kita raih.
Tegasnya, keberhasilan dalam bisnis memang sangat ditentukan oleh semangat kewirausahaan kita yang tinggi. Dengan demikian sikap mencoba dan mencoba terus-menerus itu akan dilakukannya. Pada akhirnya dengan sikap kita yang “berani mencoba’ itu, akan membuat kita tidak akan mudah terpuruk dengan keputus-asaan. Apalagi sampai menghancurkan hidup dan bisnis yang telah kita rintis lama.
Selain itu, pikiran kita juga harus tetap diformulasikan ke arah positif. Bukan sebaliknya, suka berpikir negatif, apalagi sampai putus asa. Sikap semacam ini harus kita buang jauh-jauh.
Jika pikiran kita tidak melihat hasil akhir, bahwa bisnis kita bakal sukses, maka tentu kita akan kehilangan semangat kewirausahaan. Sebab, dengan kita memiliki bayangan kesuksesan di masa depan, tentu akan dapat memotivasi kita untuk bekerja lebih giat. Bahkan, menjadikan diri kita bersikap tidak mudah putus asa.
Dalam bisnis modern, kita tidak akan dapat hidup tanpa kita mempunyai sikap keberanian mencoba. Kita lihat saja, masih banyak orang yang gagal dalam usahanya, yang akhirnya putus asa tanpa mampu lagi berbuat sesuatu, tanpa berani mencoba lagi. Sikap semacam itu jelas akan merugikan kita, bukan saja dari aspek materi atau finansial saja, tapi juga dari aspek psikologis. Oleh karena itu, walaupun di masa krisis, sebaiknya kita harus tetap menjadi entrepreneur yang memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi.
Kita juga harus punya keyakinan, bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak ada yang gagal dalam bisnisnya. Mereka yang gagal hanyalah karena dia berhenti mencoba, berhenti berusaha. Seandainya kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tidak akan pernah ada. Artinya, dengan kita mau berjerih payah dalam berusaha, tentu kita akan menuai keberhasilan.
Untuk itu, kita harus berani mencoba. Sebab, tidak satu pun di dunia ini, termasuk di dalam dunia entrepreneur yang dapat mengantikan keberanian mencoba. Dengan bakat bisnis? Tidak bisa. Sebab orang berbakat yang tidak berhasil meraih sukses banyak kita jumpai. Bagaimana dengan kejeniusan seseorang? Juga tidak. Sebab kejeniusan yang hanya dipendam saja, itu sama saja dengan omong-kosong. Tergantung pendidikannya juga tidak. Sebab di dunia ini sudah penuh dengan pengangguran yang berijazah sarjana. Dan ternyata, hanya dengan keberanian mencoba dan mencoba itulah yang dapat menentukan kesuksesan bisnis kita.
www.purdiechandra.com

Senin, 04 Februari 2008

Jangan Putus Asa



kata yang selalu ada pada diri kita,,,,why??????
Ada sedikit cerita yang tak pernah aku lupakan,,,,salah satu hobyku adalah olahraga...saking senengnya olahraga hampir semua olahraga apapun aku pelajari,cita2 ku dari kecil adalah menjadi timnas indonesia,,betapa senengnya dan bangganya aku jika bisa membela timnas pikirku ketika masih duduk di bangku kelas 4 sd waktu nonton Tv timnas kita bertanding dengan negara lain,,,setelah beberapa tahun,,akhirnya aku menemukan salahsatu olah raga yang bisa mengantarku menjadi timnas,,,rugby ya itu nama olahraganya...akupun ga akan menyia 2kan kesempatan ini,,,aku langsung bergabung,latihan,,latihan ,,,dan latihan itulah yang ada pd diriku ,,,akupun di ikutkan dalam pertandingan di indonesia,,,kesempatan pun akhirny datang ketika ada perlombaan divisi 6 di brunai tahun 2007,dengan sangat mengejutkan akupun tepilih,,,di sinilah betapa terharu डान bangga ketika menyanyikan lagu indonesia raya sebelum bertanding,,,jiwa nasionalispun tumbuh,,, सीनी pulalah aku harus bisa membawa nama baik indonesia di kancah dunia,,,jangan putus asa di barengi dengan perjuangn akhirnya cita 2 ku tercapai,,,he,,he,,,